JABARONLINE.COM - Radio Republik Indonesia (RRI) kembali menyelenggarakan Pekan Tilawatil Quran (PTQ) ke-55 1447 H bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mencetak generasi muda Qurani di era digital.
Tema yang diusung dalam PTQ ke-55 tahun ini yakni "Memperkuat Generasi Muda Qurani di Era Digital, Wujudkan Indonesia Emas 2045", yang diangkat untuk mengingatkan para generasi muda akan pentingnya tetap meneladani ajaran Al-Quran di era digital.
“Saya berharap, PTQ bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan dan penguatan karakter generasi muda agar tumbuh menjadi insan Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, moderat, serta mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. H. Abu Rokhmad, menegaskan pentingnya integritas, kompetensi, dan profesionalisme Dewan Hakim PTQ RRI.
Dia berkomitmen Kemenag akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk menyiarkan ajaran Al-Qur'an. Baik melalui pembinaan Qori-Qoriah, Hafiz-Hatizah, penguatan MTQ, termasuk memperkuat peran penyuluh agama.
"Kami memiliki 29 ribu penyeluruh agama Islam yang tersebar di seluruh Indonesia ini dan tentu saja kita, sesuai dengan perkembangan zaman, perlu memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana dakwat yang mencerahkan. Kami yakin, bahwa kolaborasi yang kita lakukan antara Kementerian Agama dengan RRI, memiliki daya yang sangat strategis, karena dipancarkan, disiarkan, didengar di seluruh pelosok negeri, " tuturnya.
Dalam PTQ ke-55 ini, terdapat empat kategori lomba, yaitu tilawah, tahfidz Al-Quran, tausiyah, dan tartil sensorik netra. Pendaftaran peserta dibuka secara daring pada 9–16 Februari 2026, dan proses penilaian atau kurasi dilaksanakan pada 18–24 Februari 2026 secara terpusat menggunakan sistem digital untuk menjamin akurasi dan transparansi penilaian.
Kategori tilawah diikuti oleh peserta umum dari seluruh satuan kerja dan stasiun produksi RRI se-Indonesia, sedangkan kategori tausiah, tahfidz, dan tartil sensorik netra merupakan utusan dari 17 koordinator wilayah RRI se-Indonesia. Total peserta yang telah terdaftar sebanyak 1.588, dengan batasan usia 17-30 tahun untuk kategori tilawah, tausiah, dan tahfidz, serta 17-35 tahun untuk kategori tartil sensorik netra.
Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Hendrasmo menambahkan, tahap grand final nasional akan menghadirkan 24 finalis, masing-masing tiga putra dan tiga putri dari setiap kategori, yang diselenggarakan secara langsung di RRI Jakarta pada 27 Februari 2026.