JABARONLINE.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya hadir untuk membawa harapan, menyediakan makanan sehat bagi masyarakat. Namun, di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, harapan itu sementara berubah menjadi keresahan.  

Protes warga pada Jumat malam (30/1/2025), sebuah video berdurasi 1 menit 23 detik beredar luas. Dalam rekaman itu, warga terlihat meluapkan kekesalan mereka terhadap bau menyengat yang diduga berasal dari limbah dapur MBG di Desa Sukajaya. Bau tak sedap tersebut diklaim menyebar hingga radius 200 meter, mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.  

“Sudah kami laporkan sejak awal pekan, tapi belum ada tindakan. Sama saja bohong,” ujar seorang warga dengan nada kecewa. Sabtu 31, Januari, 2026.

Kekhawatiran lingkungan warga menegaskan bahwa mereka ingin tahu ke mana limbah dapur MBG dibuang. Program mulia, menurut mereka, tidak boleh merugikan masyarakat sekitar. “Di bawah sana bau comberan, sampah, aroma yang tidak sedap di lingkungan kami,” tambah warga lain.  

Tokoh masyarakat pun memperingatkan bahwa protes kali ini baru dilakukan sebagian kecil warga. Jika tidak ada solusi, lebih banyak masyarakat akan turun tangan.  

Antara harapan dan tantangan program MBG membawa misi mulia: memastikan masyarakat mendapatkan makanan bergizi. Namun, tanpa pengelolaan limbah yang baik, misi tersebut bisa berbalik menjadi masalah lingkungan.  

Warga Sukaraksa berharap pihak pengelola segera mengambil langkah konkret agar program ini tetap menjadi kebanggaan, bukan sumber keresahan.  

Sementara itu belum ada konfirmasi hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola maupun kepala SPPG belum dapat dikonfirmasi terkait persoalan limbah dapur MBG.***