JABARONLINE.COM – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0611/Garut, Letkol Inf Andrik Fachrizal, memberikan klarifikasi tegas terkait video viral di media sosial yang menyebut adanya oknum TNI menghalangi penangkapan pelaku penjualan obat terlarang di wilayah Kerkof, Garut. Dandim menyatakan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan menyesatkan publik.
Dalam pernyataan resminya di Makodim 0611/Garut pada Jumat (10/04/2026), Letkol Inf Andrik Fachrizal menegaskan bahwa tidak ada satu pun anggota aktif TNI, khususnya dari jajaran Kodim 0611/Garut, yang terlibat dalam aksi tersebut.
"Perlu kami tegaskan, pemberitaan dari salah satu akun TikTok tersebut adalah tidak benar. Tidak ada satu pun anggota TNI, khususnya dari Kodim 0611/Garut, yang menghalangi proses penangkapan terkait penjualan obat terlarang," tegas Andrik.
Ia menjelaskan bahwa sosok yang terlihat dalam video tersebut bukan lagi merupakan anggota aktif institusi TNI. Berdasarkan hasil verifikasi data internal, individu tersebut adalah seorang purnawirawan yang telah memasuki masa pensiun sejak 1 Februari 2024.
"Yang bersangkutan sudah tidak aktif sebagai anggota TNI. Statusnya adalah pensiunan, sehingga segala tindakan yang dilakukan merupakan tanggung jawab pribadi dan bukan lagi menjadi tanggung jawab institusi TNI," imbuhnya.
Dandim memastikan pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan validitas status individu tersebut. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian informasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap institusi.
Lebih lanjut, Letkol Inf Andrik Fachrizal menegaskan komitmen Kodim 0611/Garut dalam mendukung penuh upaya kepolisian dan pemerintah daerah dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang di Kabupaten Garut.
"Kami berdiri di garis depan dalam mendukung penegakan hukum dan pemberantasan narkoba. Tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran hukum," pungkasnya.
Melalui klarifikasi ini, Kodim 0611/Garut berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial serta tetap menjaga kepercayaan terhadap institusi TNI sebagai pelindung rakyat.***