JABARONLINE.COM - Minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi pendidikan di Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 9 April 2026, berjanji akan segera memprioritaskan perbaikan fasilitas sekolah.
"Baik terima kasih, segera kami prioritaskan. Mohon maaf atas segala kekurangan," ujarnya kepada wartawan.
SDN Gunung Picung 4: Sekolah Rusak, Anak Belajar Tanpa Fasilitas
Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gunung Picung 4 di Kecamatan Pamijahan, Bogor Barat, kini memprihatinkan. Bangunan sekolah rusak, plafon berlubang, ruang belajar tanpa meja dan kursi layak, serta lantai tanpa keramik membuat anak-anak harus belajar dalam keterbatasan.

Ali Topan Vinayah, aktivis asal Pamijahan, menyoroti bahwa meski 30 persen wilayah sekolah masuk dalam program CSR Bonus Produksi Star Energy Geothermal, fasilitas sekolah tetap tidak memadai.
"Sekolah ini seharusnya mendapat perhatian lebih, apalagi dana bagi hasil dari perusahaan besar sudah diterima Pemkab. Namun kenyataannya, anak-anak masih belajar dengan kondisi sangat terbatas," tegasnya.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengelolaan dana bagi hasil oleh pemerintah daerah.

TK Lentera Jaya Makmur: Harapan Warga yang Terancam Pupus. Di tempat lain, TK Lentera Jaya Makmur di Kecamatan Cigudeg menghadapi ancaman tutup. Sekolah gratis yang selama ini menjadi tumpuan 40 anak usia dini kini kehilangan sumber pendanaan setelah penutupan tambang andesit oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Program CSR dari PT Batu Jaya Makmur yang selama ini menanggung seluruh kebutuhan siswa terhenti. Guru-guru tetap mengajar meski tanpa gaji, namun keberlangsungan sekolah semakin rapuh.
"Kami tetap meyakinkan wali murid agar anak-anak terus belajar. Walau belum mendapat gaji, semangat mengajar tidak akan surut," kata Nisa, salah satu pengajar.