JABARONLINE.COM - Ramadhan 1447 Hijriyah sejumlah pemuda di Kabupaten Bogor Barat, Provinsi Jawa Barat, menggelar aksi sosial menambal jalan berlubang di ruas Jalan Raya Nasional Jasinga–Cigudeg. Aksi ini dilakukan bertepatan dengan bulan Ramadhan 1447 tahun 2026, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.
Negara Absen, Rakyat Turun Tangan Dengan peralatan seadanya, pemuda Bogor Barat menutup lubang jalan. Namun, aksi ini bukan sekadar kegiatan sosial. Ia adalah bukti telanjang bahwa negara absen. Jalan nasional yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dibiarkan rusak, sementara rakyat dipaksa mengambil alih peran yang bukan kewenangannya.
UU Sudah Jelas, Pelaksanaan Nol Pasal 16 ayat (1) UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan menegaskan bahwa perbaikan jalan nasional adalah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan BPJN. Kenyataannya, lubang dibiarkan menganga, genangan air menelan aspal, dan nyawa pengendara dipertaruhkan setiap hari.

Pajak Rakyat, Jalan Berlubang Ironisnya, rakyat membayar pajak setiap hari. Pajak yang seharusnya kembali dalam bentuk fasilitas publik justru hilang entah ke mana. Jalan rusak adalah bukti nyata bahwa uang rakyat tidak kembali dalam bentuk pelayanan dasar.
Tamparan Moral dari Pemuda. Ketika Dery, Dede, dan Dindin mengagas aksi sosialnya menambal jalan, mereka bukan hanya menutup lubang. Mereka menutup celah kepercayaan yang semakin melebar antara rakyat dan pemerintah. Aksi ini adalah tamparan moral. Rakyat menunjukkan kepedulian, sementara pemerintah menunjukkan kelalaian.
Gerakan Sosial untuk Keselamatan Aksi tambal jalan bukan sekadar protes, melainkan gerakan sosial demi keselamatan bersama. Para pemuda berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh agar akses warga tidak terganggu dan risiko kecelakaan bisa diminimalisir.
“Semoga dengan adanya aksi kepedulian ini pemerintah segera hadir, sehingga terbangun kepercayaan rakyat. Pajak yang setiap hari dibayarkan warga seharusnya kembali dalam bentuk fasilitas publik yang layak, salah satunya jalan akses yang diperhalus,” ungkap Dery, Dede, dan Dindin, perwakilan pemuda setempat.
Jalan Vital, Negara Gagal Jalan Raya Nasional Jasinga–Cigudeg adalah jalur vital ekonomi dan sosial. Membiarkannya rusak berarti membiarkan rakyat terancam setiap hari. Pemerintah tidak bisa lagi bersembunyi di balik alasan birokrasi. Jika rakyat sudah turun tangan, itu artinya negara gagal menjalankan kewajibannya.
Aksi moral ini di perkasai sejumlah pemuda asal Bogor Barat yang tergabung dalam. *"Komunitas Pemuda Bogor Barat".* KNPI, Karang Taruna dan beberapa Jurnalis hingga penggiat sosial lingkungan beberapa orang yang ikut berpartisipas dalan aksi nyata tersebut.***