JABARONLINE.COM - Rencana pengembangan energi panas bumi di kaki Gunung Halimun, tepatnya di wilayah Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, memantik gelombang protes dari warga Desa Sirnarasa dan sekitarnya. Penolakan itu disuarakan lantang oleh tokoh agama setempat, Ustaz Hilman-yang dikenal luas dengan sapaan Ustaz Embang melalui surat terbuka yang dikirimkan kepada Bupati Sukabumi hingga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam pernyataannya kepada awak media pada Minggu (1/3/2026), Ustaz Hilman menyebut langkah tersebut sebagai ikhtiar moral untuk mempertahankan ruang hidup masyarakat. Ia menilai proyek geothermal berpotensi mengubah bentang alam dan mengancam keberlangsungan sumber daya yang selama ini menjadi tumpuan warga.
“Lahan pertanian bisa terdampak karena akses jalan dan titik pengeboran. Saluran air yang mengairi sawah berisiko terganggu. Hutan yang selama ini menjadi penyangga kehidupan juga terancam terbuka,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekhawatiran terbesar warga bukan hanya pada perubahan fisik kawasan, melainkan potensi dampak jangka panjang seperti gangguan geologis akibat aktivitas pengeboran di dalam bumi.
Selain itu, masyarakat juga mencemaskan kemungkinan tercemarnya mata air dan kualitas udara. Ustaz Hilman mencontohkan sejumlah kasus di daerah lain yang menurutnya perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum proyek berjalan.
“Kami hidup dari air bersih dan udara pegunungan. Kalau itu terganggu, kesehatan masyarakat jadi taruhan,” tegasnya.
Sebagai pemuka agama, Ustaz Hilman menyandarkan sikapnya pada ajaran Islam tentang kewajiban menjaga bumi. Ia mengutip ayat Al-Qur’an yang melarang manusia berbuat kerusakan setelah Allah memperbaikinya.
Baginya, mempertahankan kelestarian gunung adalah bagian dari tanggung jawab spiritual sekaligus sosial.
“Menjaga alam bukan sekadar isu lingkungan, tapi amanah keimanan. Kami tidak ingin mewariskan kerusakan kepada anak cucu,” katanya.