JABARONLINE.COM - Di tengah alam Bogor yang hijau, Desa Koleang menyimpan harta karun alam yang selama ini terabaikan: daun bambu yang tumbuh melimpah. Kini, warga desa itu tak lagi hanya memandang bambu sebagai tanaman biasa.
Berkat pengabdian masyarakat dari Universitas Pakuan (Unpak), daun bambu berubah jadi lulur tradisional alami yang ampuh jaga kesehatan kulit. Kegiatan ini jadi wujud nyata kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), serta Fakultas Teknik (FT).
Tim pengabdi dipimpin tiga dosen: Erni Rustiani, Yelni Rahmawati, dan Heni Purwanti. Mereka dibantu ketiga mahasiswa penuh semangat, yang turun langsung ke lapangan untuk terapkan ilmu di kehidupan nyata.
"Kami ingin ilmu pengetahuan tak hanya di kelas, tapi benar-benar jawab masalah masyarakat," ujar salah satu tim, menekankan tujuan utama: manfaatkan potensi lokal yang belum optimal.
Mengapa Daun Bambu Begitu Spesial?
Bambu bukan barang asing di Bogor, tanah pasundan yang kaya vegetasi. Daunnya mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol, yang berperan sebagai antioksidan kuat. Kandungan ini bantu lawan radikal bebas, bersihkan pori-pori kulit, dan cegah penuaan dini. Tradisi leluhur sudah lama pakai daun bambu untuk perawatan kulit, tapi kini dibuktikan secara ilmiah. Lulur dari daun bambu ini aman, karena alami, mudah didapat gratis di pekarangan, dan ramah lingkungan—tak seperti produk kecantikan impor yang mahal dan penuh pengawet.
Di Koleang, bambu melimpah tapi pemanfaatannya masih terbatas untuk anyaman atau bahan bakar. Sosialisasi ini ubah itu semua, jadi langkah awal mendorong ekonomi rumah tangga melalui produk bernilai tambah.
Demonstrasi Langsung yang Seru dan Praktis
Kegiatan dikemas interaktif agar warga tak bosan. Dimulai penyampaian materi sederhana tentang manfaat daun bambu, dilanjutkan diskusi dua arah. Puncaknya, demonstrasi pembuatan lulur tahap demi tahap: