JABARONLINE.COM - Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Sukabumi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara virtual. Pertemuan strategis ini menjadi tonggak awal dalam menyelaraskan kebijakan pusat dengan eksekusi di tingkat daerah, khususnya dalam memastikan kesiapan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi pergerakan jutaan pemudik yang diprediksi akan melintasi wilayah Jawa Barat, termasuk Sukabumi.
Dalam arahannya melalui sambungan virtual, Kapolri menekankan bahwa koordinasi lintas sektoral bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah keharusan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Fokus utama tahun ini adalah pada mitigasi risiko kecelakaan lalu lintas dan penguraian kemacetan di titik-titik krusial. Kapolri menginstruksikan seluruh jajaran di daerah, termasuk dinas-dinas terkait seperti Pekerjaan Umum, untuk memastikan tidak ada hambatan fisik di jalan raya, seperti lubang jalan atau proyek konstruksi yang mangkrak, yang dapat membahayakan pengguna jalan selama masa Operasi Ketupat 2026 berlangsung.
Kadis PU Kabupaten Sukabumi, yang hadir mewakili unsur pemerintah daerah, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti instruksi Kapolri dengan langkah-langkah konkret di lapangan. Wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki karakteristik geografis yang unik sekaligus menantang, dengan banyak jalur yang melintasi perbukitan dan daerah rawan longsor. Oleh karena itu, Dinas PU telah memetakan sejumlah titik rawan yang memerlukan perhatian khusus, baik dari sisi kemantapan jalan maupun kesiapsiagaan alat berat di lokasi-lokasi strategis guna mengantisipasi bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Secara teknis, Dinas PU Kabupaten Sukabumi telah memulai program pemeliharaan rutin dan berkala sejak beberapa bulan sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Program ini mencakup penambalan lubang (patching), pembersihan saluran drainase untuk mencegah genangan air yang merusak aspal, serta pemangkasan dahan pohon yang berisiko tumbang di sepanjang jalur utama mudik. Keterlibatan Dinas PU dalam Rakor virtual ini memberikan kejelasan mengenai target waktu penyelesaian seluruh perbaikan infrastruktur, di mana pusat menargetkan H-10 Lebaran seluruh jalur utama harus sudah dalam kondisi mantap dan siap dilalui secara optimal.
Lebih lanjut, dalam diskusi mendalam selama Rakor tersebut, dibahas pula mengenai pentingnya konektivitas antara jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten. Sukabumi seringkali menjadi jalur alternatif bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama utara (Pantura) atau jalur tengah. Dengan dibukanya beberapa seksi baru Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) yang terus dikembangkan, beban kendaraan di jalan arteri kabupaten diperkirakan akan mengalami fluktuasi yang signifikan. Dinas PU berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat agar sinkronisasi pemeliharaan jalan dapat berjalan beriringan tanpa tumpang tindih.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama yang ditekankan dalam pertemuan tersebut. Selain kondisi aspal, kelengkapan marka jalan dan penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi sorotan. Meskipun PJU secara sektoral berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan, Dinas PU berperan penting dalam memastikan struktur bahu jalan cukup stabil untuk pemasangan fasilitas keselamatan tersebut. Sinergi ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari di jalur-jalur yang memiliki tikungan tajam dan minim pencahayaan di wilayah Sukabumi Selatan maupun Utara.
Dampak ekonomi dari kelancaran arus mudik juga menjadi poin penting dalam narasi Rakor ini. Kabupaten Sukabumi yang dikenal dengan potensi wisatanya, seperti Geopark Ciletuh dan kawasan pantai Pelabuhan Ratu, diprediksi akan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran. Infrastruktur jalan yang baik bukan hanya memfasilitasi pemudik untuk sampai ke kampung halaman, tetapi juga mendorong roda perekonomian lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM. Jika jalanan rusak atau macet total, potensi pendapatan daerah dari sektor ini bisa terhambat, yang pada akhirnya merugikan masyarakat luas.
Para ahli transportasi dan pengamat kebijakan publik menilai bahwa langkah proaktif Kapolri merangkul dinas-dinas teknis di daerah seperti Dinas PU adalah strategi yang tepat. Selama ini, kendala utama di lapangan seringkali muncul karena adanya ego sektoral atau kurangnya komunikasi mengenai jadwal perbaikan jalan yang berbenturan dengan jadwal puncak arus mudik. Dengan adanya Rakor virtual ini, semua pihak berada dalam satu frekuensi yang sama, memiliki pemahaman yang seragam mengenai urgensi keamanan nasional dan pelayanan publik yang prima di masa mudik 2026.
Menutup sesi Rakor, Kadis PU Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa tim reaksi cepat (TRC) dari dinasnya akan disiagakan selama 24 jam penuh selama masa libur Lebaran. Tim ini dibekali dengan peralatan yang memadai untuk melakukan penanganan darurat jika terjadi kerusakan jalan mendadak atau gangguan infrastruktur lainnya. Kesiapsiagaan ini adalah bentuk dedikasi pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, sejalan dengan visi besar Polri dalam menciptakan mudik yang aman, ceria, dan penuh makna.