JABARONLINE.COM – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Rozi Putra, menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur fisik dan penguatan karakter sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pembukaan Ramadhan Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam (IAI) Al Hidayah Bogor di Masjid Al Imam, Sabtu (28/2/2026).
Politisi dari Fraksi PKS ini memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pihak kampus dalam mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif. Menurut Rozi, agenda seperti ini merupakan cerminan bahwa arah pembangunan Kota Bogor tidak boleh hanya terpaku pada sektor fisik semata, tetapi juga harus menyentuh aspek spiritualitas masyarakat.
"Ramadhan Fest 2026 ini menunjukkan bahwa pembangunan Kota Bogor harus berjalan seimbang antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter," ujar Rozi Putra di sela-sela kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut.
Lebih lanjut, Rozi menjelaskan bahwa pihak legislatif memandang kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi daerah. Ia berpendapat bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemegahan gedung-gedungnya, melainkan juga dari integritas dan kualitas moral warganya.
Sebagai anggota komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat, Rozi menambahkan bahwa penguatan iman dan literasi keislaman adalah modal utama dalam mencetak generasi masa depan yang tangguh.
"Penguatan iman, literasi keislaman, dan kepedulian sosial adalah fondasi lahirnya generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan integritas tinggi," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rozi berkomitmen untuk terus mengawal agar program-program penguatan karakter masuk ke dalam prioritas kebijakan daerah. Ia mendorong Pemerintah Kota Bogor agar memberikan perhatian lebih pada pembinaan kepemudaan dan penguatan lembaga pendidikan dalam perencanaan anggaran ke depan.
"Kami mendorong agar program pembinaan kepemudaan, penguatan lembaga pendidikan, serta kegiatan sosial keagamaan mendapat perhatian yang proporsional dalam kebijakan dan perencanaan daerah," tegas Rozi.
Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa visi kota yang maju harus bersifat komprehensif. "Kota yang maju bukan hanya yang infrastrukturnya megah, tetapi yang manusianya kuat secara moral, spiritual, dan sosial," pungkasnya.***