JABARONLINE.COM - Raido Republik Indonesia (RRI) kembali menyelenggarakan Pekan Tilawatil Quran (PTQ) ke-55 Tahun 1447 H / 2026 M sebagai bagian dari komitmen syiar Islam di bulan suci Ramadhan. Kegiatan yang rutin digelar sejak 1968 ini menjadi ruang pembinaan, dakwah kultural, sekaligus penguatan nilai-nilai Al-Qur’an melalui media penyiaran publik.
Mengunsung tema Memperkuat Generasi Muda Qur’ani di Era Digital, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, PTQ ke-55 menegaskan peran strategis RRI dalam membangun karakter religius, moderat, dan berakhlak mulia di tengah transformasi media digital. Tahun ini, pelaksanaan PTQ dilakukan secara terpusat dan hybrid, melalui audisi online dan Grand Final offline di Jakarta.
Direktur Utama Radio Republik Indonesia (RRI), Dr. I. Hendrasmo, M.A., secara resmi menutup dan menganugerahkan penghargaan kepada para pemenang Pekan Tilawatil Quran (PTQ) RRI ke-55 Tahun 2026 di Gedung RRI, Jakarta, Sabtu (28/2). Dalam sambutannya, ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda berbasis nilai-nilai Al-Quran.
Dalam sambutannya Direktur Utama Radio RRI Jakarta berucap, “Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat-Nya kita telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PTQ ke-55 Tahun 2026 dan hari ini berada di penghujung kegiatan yang penuh makna dan keberkahan,” ujar Hendrasmo dalam sambutannya.
Ia menekankan, pelaksanaan PTQ tahun ini memiliki makna mendalam karena berlangsung pada bulan suci Ramadan. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum pembinaan spiritual dan penguatan iman yang selaras dengan semangat tilawah Al-Quran.
“Kegiatan ini sangat relevan dengan semangat Ramadan sebagai momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kita menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk hidup, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.
Hendrasmo menjelaskan, tema tahun ini, “Memperkuat Generasi Muda Al-Qur’an di Era Digital, Wujudkan Indonesia Emas 2045,” merupakan refleksi atas tantangan zaman. Ia menilai generasi muda saat ini menghadapi peluang besar sekaligus tantangan kompleks di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Nilai-nilai Al-Quran harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan digital, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan berakhlak mulia,” tegasnya.***