JABARONLINE.COM – Momen menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit kini tidak lagi sekadar menjadi rutinitas tanpa makna. Tokoh masyarakat, Kang Budi Azhar Mutawali, menjadikan waktu senja di bulan Ramadan sebagai ruang strategis untuk menebar gagasan, memperkuat silaturahmi, dan membangkitkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan yang digelar menjelang waktu berbuka pada Rabu (25/2/2026), Kang Budi mengajak warga untuk memanfaatkan sore hari dengan aktivitas yang lebih produktif. Rangkaian acara diisi dengan berbagai agenda, mulai dari diskusi ringan, berbagi pengalaman hidup, hingga pemberian motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah serta kepedulian sosial.
“Ramadan ini bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi bagaimana kita mampu menumbuhkan empati dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” ujar Kang Budi di hadapan para peserta yang memadati lokasi kegiatan.
Suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Peserta yang terdiri dari kalangan pemuda, orang tua, hingga anak-anak terlihat antusias mengikuti jalannya acara. Tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, warga juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan serta pengalaman pribadi mengenai makna Ramadan dalam kehidupan mereka.
Menurut Kang Budi, tradisi ngabuburit dapat menjadi sarana efektif untuk membangun energi positif, terutama dalam menghadapi tantangan sosial saat ini. Ia menekankan pentingnya menjadikan bulan suci ini sebagai momentum transformasi diri yang berkelanjutan.
“Kita ingin senja Ramadan ini menjadi titik awal lahirnya kebiasaan-kebiasaan baik yang terus berlanjut, bahkan setelah bulan suci ini berakhir,” tambahnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama menjelang berkumandangnya azan magrib. Setelah itu, warga berbuka puasa bersama dalam suasana sederhana namun kental dengan rasa kekeluargaan.
Melalui inisiatif ini, Kang Budi berharap tradisi ngabuburit tidak lagi hanya identik dengan berburu takjil atau sekadar berkumpul, melainkan bertransformasi menjadi wadah untuk menanamkan inspirasi dan mempererat ikatan sosial. Ramadan pun kembali menjadi bukti nyata sebagai momentum pembangunan kesadaran spiritual dan sosial secara kolektif.