JABARONLINE.COM - Kondisi jalan raya nasional yang menghubungkan Kecamatan Jasinga hingga Kecamatan Lewiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semakin memprihatinkan. Banyak ruas jalan berlubang dan rusak parah, terutama di musim penghujan, sehingga membahayakan pengendara kendaraan bermotor maupun pejalan kaki.
Jalur Vital Perekonomian Jalan ini merupakan akses utama keluar-masuk masyarakat Bogor Barat.
Melewati kantor pemerintahan seperti Kecamatan Jasinga, Cigudeg, dan Lewiliang, serta kantor Polsek dan Koramil di tiap wilayah.
Menjadi jalur menuju pasar tradisional (Pasar Jasinga, Pasar Cigudeg, Pasar Lewiliang) dan fasilitas kesehatan seperti RSUD R. Moh. Noh. Nur Lewiliang.

Keluhan masyarakat Udin (38), sopir angkot Jasinga–Bubulak. “Ya benar sering ada kecelakaan pengendara bahkan tergelincir akibat jalan rusak yang berlubang. Apalagi musim hujan, lubang makin banyak,” ujarnya.
Hal yang senada di ungkapkan. Dery, warga Jasinga. “Saya dari Jasinga ke Bogor banyak jalan raya nasional yang rusak dan sangat berbahaya. Saya juga sempat tergelincir karena lubang jalan,” katanya. Pada Minggu (15/02/2026).
Kandati demikian, tanggung jawab Pemerintah. Berdasarkan Pasal 16 ayat (1) UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, perbaikan jalan nasional merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pelaksana teknis di lapangan adalah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) atau Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di wilayah Jawa Barat.
Hingga kini, masyarakat menilai belum ada tindakan nyata meski bulan Ramadhan 1447 H 2026 semakin dekat.
Jalan raya nasional Jasinga–Lewiliang adalah jalur vital yang menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Bogor Barat. Kondisi rusak dan berlubang menimbulkan risiko tinggi kecelakaan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan BPJN perlu segera melakukan perbaikan agar keselamatan pengguna jalan terjamin.***