JABARONLINE.COM - Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) secara resmi telah memulai langkah nyata dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dengan melakukan rehabilitasi pada ruas jalan Lengkong-Mataram. Proyek infrastruktur yang telah lama dinantikan oleh masyarakat setempat ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah selatan Sukabumi yang memiliki potensi ekonomi besar namun terkendala oleh aksesibilitas jalan yang sempat mengalami kerusakan di beberapa titik strategis.
Langkah perbaikan ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan sebuah respons terukur terhadap aspirasi masyarakat yang mengharapkan jalur transportasi yang aman dan nyaman. Berdasarkan data teknis yang dihimpun, proyek rehabilitasi jalan ruas Lengkong-Mataram ini menelan biaya sebesar Rp373.346.801,32. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi tahun anggaran 2024. Proyek ini dikerjakan oleh penyedia jasa CV Putra Pratama dengan masa pelaksanaan yang telah ditetapkan selama 60 hari kalender, terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK).
Kepala UPTD Pekerjaan Umum Wilayah Jampangtengah, dalam keterangannya, menegaskan bahwa pengerjaan jalan ini merupakan bagian dari program prioritas Dinas PU untuk memastikan urat nadi perekonomian di tingkat kecamatan tetap berfungsi optimal. Ruas jalan Lengkong-Mataram memiliki peran krusial karena menjadi jalur utama bagi distribusi hasil pertanian, akses menuju fasilitas pendidikan, serta layanan kesehatan bagi warga di dua wilayah tersebut. Dengan dimulainya pengerjaan ini, diharapkan hambatan logistik yang selama ini dikeluhkan oleh para pelaku usaha lokal dapat segera teratasi.
Secara teknis, rehabilitasi jalan ini mencakup beberapa tahap krusial, mulai dari pembersihan bahu jalan, perbaikan fondasi pada titik-titik yang mengalami kerusakan parah, hingga pelapisan ulang permukaan jalan dengan material aspal berkualitas tinggi. Pengawasan ketat dilakukan oleh tim teknis dari DPU untuk memastikan bahwa spesifikasi material dan ketebalan aspal sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam kontrak. Hal ini dilakukan guna menjamin durabilitas atau daya tahan jalan agar tidak mudah rusak kembali, mengingat beban kendaraan yang melintas cukup bervariasi, termasuk kendaraan pengangkut hasil bumi.
Konteks historis dari ruas jalan ini menunjukkan bahwa mobilitas penduduk di wilayah Lengkong dan Mataram terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Pertumbuhan sektor agribisnis, seperti perkebunan dan peternakan, menuntut ketersediaan infrastruktur jalan yang mumpuni. Selama ini, kondisi jalan yang berlubang seringkali menjadi penyebab keterlambatan pengiriman komoditas ke pasar-pasar besar di Sukabumi maupun ke luar daerah. Oleh karena itu, investasi sebesar Rp373 juta ini dipandang sebagai langkah investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.
Selain dampak ekonomi, aspek keselamatan berkendara menjadi poin utama yang ditekankan oleh pemerintah. Kerusakan jalan di masa lalu kerap memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama saat musim penghujan di mana lubang-lubang jalan sering tergenang air dan tidak terlihat oleh pengendara motor. Dengan adanya perbaikan ini, risiko kecelakaan diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Dinas PU juga mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk bersabar selama proses pengerjaan berlangsung, mengingat akan ada pengaturan lalu lintas atau sistem buka-tutup di lokasi proyek guna memastikan keselamatan pekerja dan pengguna jalan.
Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi memang menghadapi tantangan geografis yang cukup kompleks. Kontur tanah yang labil di beberapa titik serta curah hujan yang tinggi menuntut perencanaan teknis yang matang. Dalam proyek Lengkong-Mataram ini, pihak kontraktor juga diwajibkan untuk memperhatikan sistem drainase di sisi jalan. Tanpa drainase yang baik, air hujan akan menggenang di permukaan aspal dan mempercepat proses pelapukan jalan. Oleh sebab itu, pembersihan dan pembangunan parit di sisi jalan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak kerja yang sedang berjalan.
Kehadiran proyek ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh tokoh masyarakat setempat. Banyak warga yang menilai bahwa perbaikan jalan ini akan menghidupkan kembali gairah perdagangan di pasar-pasar lokal. Selama ini, biaya operasional kendaraan pengangkut barang membengkak akibat kerusakan jalan yang mempercepat keausan suku cadang kendaraan. Dengan jalan yang mulus, efisiensi waktu dan biaya transportasi dapat ditekan, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing produk unggulan dari daerah Lengkong dan Mataram.
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi juga menegaskan pentingnya transparansi dalam setiap proyek pembangunan. Papan informasi proyek telah dipasang di lokasi agar masyarakat dapat memantau langsung jalannya pengerjaan, nilai anggaran, hingga pelaksana proyeknya. Hal ini sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), di mana masyarakat diberikan ruang untuk melakukan pengawasan sosial. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun juga sangat diharapkan, seperti dengan tidak membiarkan kendaraan dengan beban berlebih (overloading) melintasi jalur tersebut secara terus-menerus.